arsitektur

Warenhuis De Vries, Toserba Pertama di Bandung!

Warenhuis De Vries, Toserba Pertama di Bandung!

1066 1600 Irfan Noormansyah

Warenhuis De Vries

Pada jaman dahulu, biasanya terdapat sebuah menara pada sebuah bangunan yang terletak di persimpangan. Karena dulu belum ada lampu lalu lintas, maka dari itu menara tersebut berfungsi sebagai penanda persimpangan jalan. Salah satu bangunan di Kota Bandung yang memiliki ciri khas menara tersebut adalah Warenhuis De Vries yang saat ini digunakan oleh sebuah bank swasta nasional-asing ternama di Indonesia.

Lokasi Warenhuis De Vries ini berada di seberang dari ujung selatan Jl. Braga dan tepat di samping barat Hotel Bidakara Grand Savoy Homann. Bangunan ini dikenal sebagai Toserba pertama yang didirikan di Bandung. Nama De Vries diambil dari pemilik toko tersebut yaitu Klaas De Vries. Bangunannya yang sekarang diarsiteki oleh Edward Cuypers Hulswitt pada tahun 1909.

Sebelum digunakan sebagai kantor operasional bank, toko ini sempat beberapa kali beralih fungsi, mulai dari Rumah Makan Padang, showroom mobil, hingga toko busana.

 

Museum Konferensi Asia Afrika, Tempat Berkumpulnya Para Elite Eropa Pada Jaman Dahulu

Museum Konferensi Asia Afrika, Tempat Berkumpulnya Para Elite Eropa Pada Jaman Dahulu

768 494 Irfan Noormansyah

Pada jaman pemerintahan kolonial Belanda, Museum konferensi Asia Afrika dikenal sebagai tempat berkumpulnya para elit Eropa dan para juragan perkebunan yang memiliki lahannya di daerah Priangan. Mereka tergabung dalam sebuah perkumpulan yang disebut dengan Societeit Concordia. Nama Societeit Concordia kemudian dijadikan nama gedung tersebut.

Namun, bentuk sudut bangunan tersebut tidak seperti sekarang ini yang berbentuk kurva, sebelumnya bangunan yang satu ini awalnya dibangun dengan sudut persegi pada muka bangunan yang menghadap ke Jl. Asia Afrika sekarang dan Jl. Braga.

Bangunan Societeit Concordia sendiri mulai berdiri dan digunakan oleh anggota perkumpulan sejak tahun 1895. Bentuk bangunan Societeit Concordia ini kemudian mengalami perubahan pada tahun 1940 menjadi bentuknya yang sekarang ini di bawah rancangan arsitek ternama A.F Aalbers yang juga merancang bangunan Savoy Homann dan Bank Denis.

 

Gedung Merdeka, Bangunan Petunjukkan Para Elite Eropa Tempo Doeloe

Gedung Merdeka, Bangunan Petunjukkan Para Elite Eropa Tempo Doeloe

758 768 Irfan Noormansyah

Walaupun kini bangunan Gedung Merdeka menyatu dengan bangunan Museum Konperensi Asia Afrika, namun pada kenyataannya bangunan Gedung Merdeka yang sekarang diarsiteki oleh orang yang berbeda. Bila Museum Konperensi Asia Afrika dirancang oleh A.F. Aalbers, maka bangunan Gedung Merdeka ini dirancang oleh arsitek Charles Prosper Wolff Schoemaker pada tahun 1921.

Bangunan Gedung Merdeka dan Museum Konperensi Asia Afrika pada masa pemerintahan kolonial Belanda sama-sama digunakan oleh Societeit Concordia sebagai tempat berkumpul, hanya saja bagian bangunan yang sekarang menjadi Gedung Merdeka ini digunakan sebagai gedung pertunjukannya saja atau dikenal dengan nama Schouwburg Societeit Concordia.

Pada setiap akhir pekan, para juragan perkebunan teh yang dikenal dengan sebutan Preangerplanters akan berkunjung ke kota, berkumpul di tempat yang mereka dirikan. Biasanya di Schouwburg Societeit Concordia inilah mereka akan berpesta pora dengan disuguhi sajian musik dan tari-tarian yang meramaikan suasana.

 

Landmark Braga, Sempat Populer Sebagai Toko Buku

Landmark Braga, Sempat Populer Sebagai Toko Buku

540 380 Irfan Noormansyah

Bagi Anda yang punya kegemaran membaca ataupun pernah menjadi seorang pencari kerja, pasti akan sangat familiar dengan gedung yang satu ini. Yak, Landmark Braga memang kini dikenal sebagai tempat diselenggarakannya berbagai event pameran di Kota Bandung, beberapa di antaranya yang cukup sering diadakan di sini adalah Bursa Tenaga Kerja dan Pameran Buku.

Sebelum sering digunakan sebagai tempat yang identik dengan pameran buku, jaman dahulu pun bangunan ini punya kaitan yang sangat erat dengan buku karena pernah berfungsi sebagai toko buku yang bernama van Dorp. Bangunan Toko Buku Van Dorp ini dibangun pada tahun 1922 dengan diarsiteki oleh Charles Prosper Wolff Schoemaker, seorang arsitek ternama yang juga merancang Bioskop Majestic. Ciri khas dari bangunan Bioskop Majestic pun tampak juga di bangunan Toko Buku Van Dorp ini yakni keberadaan hiasan kepala kala di bagain atas bangunannya.

Toko Buku Van Dorp pernah melakukan sebuah gebrakan dengan menjual album lukisan bunga berjudul Indische Tuinbloemen. Keunikan pada album yang dijualnya ini terletak pada kolom-kolom kosong yang berada pada nama setiap jenis bunga tersebut. Untuk melengkapinya, para pemilik buku tersebut harus membeli kartu-kartu bergambar replica lukisan tersebut secara terpisah. Dari setiap kartu yang dibeli, para pemilik album akan diberikan bibit bunga sesuai dengan jenis tanaman yang dilukis pada kartu tersebut. Hanya dalam satu bulan saja, sebanyak satu juta bibit bunga terjual habis karena antusiasme para pemilik album untuk mengumpulkan gambar-gambar pada kartu tersebut.

Gedung Kantor Pusat Bank BJB, Megah dengan Gaya Streamline Art-Deco

Gedung Kantor Pusat Bank BJB, Megah dengan Gaya Streamline Art-Deco

1200 1600 Irfan Noormansyah

Sebelum digunakan oleh Bank BJB sebagai kantor pusat saat ini, bangunan ini pun dibuat untuk menajalankan fungsinya sebagai kantor sebuah bank saat pertama kali dibangun pada tahun 1935. Dulu bangunan ini digunakan oleh DENIS ( De Erste Nederlandsche Indische Spaarkas en Hypotheekbank) yang merupakan bank hipotek pertama di Bandung. Sebelumnya DENIS telah beroperasi sejak tahun 1915 dengan kantor yang lebih kecil di Jl. Braga.

Arsitek yang merancang bangunan ini adalah A.F Aalbers, Arsitek yang sama yang mendesain Hotel Savoy Homann. Kedua bangunan ini dibangun pada jangka waktu yang hampir bersamaan dengan gaya streamline art deco yang berbentuk garis-garis pada bagian badannya dan memiliki sebuah menara di puncaknya.

villa isola

Villa Isola; Bangunan unik mirip pesawat luar angkasa

670 700 Irfan Noormansyah

Bila kita hendak berwisata ke kawasan Lembang, kita dapat melihat sekelebat bangunan besar berwarna putih di samping kiri jalan yang bentuknya nyaris tak memiliki sudut. Bangunan itulah Villa Isola yang saat ini digunakan sebagai Kantor Rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Sekilas bangunan yang satu ini mirip kapal pesiar bila dilihat dari depan, ada juga yang menyebutkan bahwa Villa Isola mirip pesawat luar angkasa. Karena keunikan bentuknya, Villa Isola banyak dijadikan latar untuk berfoto, termasuk foto pre-wedding.

Villa ini didesain oleh Charles Prosper Wolff Schoemaker atas titah sang empunya yaitu Dominique Willem Berrety. Dominique Willem Berrety ini seorang blasteran Jawa-Italia yang menjadi raja Koran di Hindia Belanda. Hanya dalam jangka waktu 6 bulan, bangunan Villa Isola ini rampung dibangun. Namun sayangnya, Berrety tak dapat lama menikmati bangunan miliknya tersebut karena kematiannya setahun kemudian. Untuk membangun Villa Isola, konon Berrety sampai mengeluarkan uang yang jumlahnya sangat luar biasa. Jumlahnya setara dengan 250 milliar rupiah bila dikonversi dengan nilai mata uang hari ini.

Di bagian dalamnya terdapat sebuah tulisan yang bertuliskan “M’Isolo E Vivo” yang memiliki arti “menyendiri untuk bertahan hidup”, kini tulisan tersebut telah berganti menjadi Bumi Siliwangi setelah digunakan oleh pihak Universitas Pendidikan Indonesia. Akan tetapi walaupun telah berganti nama, mahasiswa UPI, warga Bandung dan wisatawan tetap memanggil bangunan ini dengan sebutan Villa Isola. Bahkan nama Isola sendiri telah menjadi nama kelurahan di mana bangunan ini berdiri.

Bila kita naik ke lantai paling atas bangunan ini, kita dapat melihat pemandangan Kota Bandung yang luar biasa karena lokasinya yang berada di dataran tinggi Kota Bandung. Namun memang agak sulit untuk dapat memperoleh ijin memasuki Villa Isola saat ini, hal ini dikarenakan fungsi bangunannya tersebut yang telah berubah menjadi kantor. Walaupun begitu, bagian pelataran depan dan belakang  yang berfungsi sebagai taman dapat dikunjungi setiap harinya oleh siapapun selama menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.