Jalan

Jalan Kopo Berganti Nama Menjadi Jalan KH Wahid Hasyim

150 150 Irfan Noormansyah

Tak banyak yang tahu bahwa Kopo merupakan nama sebuah tumbuhan yang menghasilkan buah berjenis Jambu. Dari tumbuhan Kopo inilah, Jl. Kopo di Bandung mendapatkan namanya. Jalan Kopo ini terbilang cukup panjang, karena membentang dari kawasan Astana Anyar Kota Bandung hingga mencapai kawasan Soreang Kabupaten Bandung. Secara resmi Jl. Kopo ini sebenarnya telah berganti nama menjadi Jl. K.H. Wahid Hasyim sebagai penghormatan kepada sang pendiri Nahdlatul Ulama tersebut. Namun tetap saja warga Bandung menyebut nama jalan tersebut dengan nama Jl. Kopo sampai dengan sekarang.

Asal Mula Jalan Dewi Sartika dan Jalan Kautamaan istri

150 150 Irfan Noormansyah

Nama Jl. Dewi Sartika berasal dari nama pahlawan pembela kesetaraan hak kaum wanita yang berasal dari Jawa Barat yaitu Raden Dewi Sartika. Raden Dewi Sartika mendirikan sekolah wanita yang dinamakan Sekolah Kautamaan Istri. Bila jalan Dewi Sartika terletak mulai dari Jl. Pungkur sampai mentok Jl. Dalem Kaum, sedangkan Jl. Kautamaan Istri berada melintasi Jl. Dewi Sartika mulai dari Jl. Balong Gede sampai Jl. Oto iskandar di Nata.

Jalan Lingkar Selatan Yang Terpecah (Jl. PETA, Jl. BKR, Jl. Pelajar Pejuang 45, dan Jl. Laswi)

150 150 Irfan Noormansyah

Di bagian selatan Kota Bandung, terdapat sebuah jalan yang melingkar mulai dari Ujung Jl. Jamika hingga tembus ke Jl. Jenderal Ahmad Yani, jalan ini dikenal dengan nama Jl. Lingkar Selatan. Namun kini walaupun nama tersebut masih melekat di benak warga Bandung, sebenarnya Jl. Lingkar Selatan telah dipecah menjadi 4 bagian. Nama-nama jalan tersebut adalah Jl. PETA (mulai dari ujung Jl. Jamika hingga perempatan Tegallega), Jl. BKR (mulai dari perempatan Tegallega hingga perempatan Jl. Buah Batu), Jl. Pelajar Pejuang 45 (mulai dari perempatan Jl. Buah Batu hingga perempatan Jl.Jenderal Gatot Soebroto), Jl. Laswi (mulai dari perempatan Jl. Jenderal Gatot Soebroto hingga perempatan Jl. Jenderal Ahmad Yani dan Jl. L.L.R.E Martadinata). Keempat nama jalan tersebut dinamakan berdasarkan wadah-wadah perjuangan rakyat yang ikut serta membela dan mempertahankan keamanan rakyat Indonesia. Selain itu, lokasi sekitar di mana keempat jalan tersebut berada memang menjadi pusat pertahanan dan keamanan.

Teluk Yang Surut di Jalan Lengkong ; Asal usul nama jalan lengkong

150 150 Irfan Noormansyah

Jaman dahulu kala, Bandung bukan merupakan sebuah kota yang ramai seperti sekarang ini. Kawasan yang ditinggali oleh kita sekarang ini merupakan sebuah danau raksasa yang diceritakan bernama Danau Bandung Purba. Di beberapa titik area danau ada beberapa cekungan yang menjorok ke daratan yang kita kenal sebagai teluk. Konon keberadaan teluk inilah yang menginisiasi sejarah asal mula nama Jl. Lengkong di Bandung. Lengkong dalam Bahasa Indonesia memiliki artian Teluk. Di Bandung, Jl. Lengkong dibagi menjadi dua bagian yaitu Jl. Lengkong Besar dan Jl. Lengkong Kecil. Bila Jl. Lengkong Besar membentang dari Jl. Tamblong hingga Jl. Cikawao, Jl. Lengkong Kecil membentang dari perempatan Jl. Lengkong Besar dan Jl. Dalem Kaum hingga ke Jl. Sunda.

Asal Mula Nama Jalan Veteran

150 150 Irfan Noormansyah

Nama Jalan Veteran didapat karena dulu di kawasan tersebut merupakan tempat tinggal para mantan prajurit kemerdekaan. Jalan ini membentang mulai dari ujung Jl. Lembong hingga Jl. Sunda.

Asal Mula Nama Jalan R.A.A Martanegara

150 150 Irfan Noormansyah

Nama Jl. R.A.A Martanegara diambil dari nama Bupati Bandung yang ke-11. Selama 25 tahun menjabat sebagai Bupati Bandung, R.A.A Martanegara berjasa dalam pendirian sekolah untuk kaum pribumi serta pembangunan rumah warga dari bata dan genteng.

Asal Mula Nama Jalan Riau Yang Kini Berganti Menjadi Jalan L.L.R.E Martadinata

150 150 Irfan Noormansyah

Jaman dahulu, untuk mempermudah pemetaan lokasi, maka nama-nama jalan di Bandung dibuat berdasarkan pengklasifikasian kelompok nama-nama sejenis. Salah satunya adalah Jl. Riau yang mengambil nama sebuah daerah dari Indonesia. Sementara itu, di sekelilingnya terdapat nama daerah lain yang dijadikan nama jalan yaitu Jl. Menado, Jl. Banda, Jl. Aceh, Jl. Sumbawa dan Jl. Lombok. Namun kini nama Jl. Riau telah berganti nama menjadi Jl. L.L.R.E Martadinata. L.L.R.E Martadinata atau Laksamana Laut Raden Edi Martadinata merupakan seorang mantan Menteri Angkatan Laut Republik Indonesia yang mendapat 12 bintang perhargaan.

Asal Nama Jalan Oto Iskandar di Nata

150 150 Irfan Noormansyah

Jalan ini lebih populer dengan nama singkatannya yaitu Otista. Otista sendiri merupakan kependekan dari nama Oto Iskandar di Nata, seorang tokoh yang terkenal dengan pergerakannya dalam menentang penjajahan.

Asal Mula Nama Jalan Tamblong

150 150 Irfan Noormansyah

Dulunya, Jalan Tamblong dikenal dengan nama Jl. Aki Prawira Suganda yang kemudian diganti menjadi Jl. Tamblong karena sempat ada keluarga Tionghoa tinggal di kawasan tersebut. Keluarga tersebut berprofesi sebagai tukang meubeul dan dikenal dengan nama Keluarga Tam Long. Jalan ini membentang dari ujung Jl. Sumatra hingga Jl. Lengkong Besar.

Asal Nama Jl. Dr. Setiabudhi Bandung

150 150 Irfan Noormansyah

Ruas jalan yang satu ini merupakan salah satu ruas jalan terpadat di Bandung, terutama pada akhir pekan. Karena jalan Dr. Setiabudhi ini merupakan jalan utama untuk mengakses daerah Lembang yang menjadi kawasan wisata favorite para wisatawan. Namanya sendiri diambil dari nama seorang pejuang pergerakan nasional yang juga merupakan salah satu pendiri Indische Partij yaitu Dr. Setiabudhi. Atas jasanya dalam mempersatukan berbagai golongan masyarakat saat berada dalam organisasi tersebut, Dr. Setiabudhi yang memiliki nama asli Douwes Dekker ini diangkat menjadi pahlawan nasional dan namanya diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota besar di Indonesia.

Selain dikenal sebagai kawasan wisata kuliner, Jl. Dr. Setiabudhi ini juga terkenal sebagai kawasan pendidikan. Beberapa kampus perguruan tinggi ternama berada di ruas jalan ini dan saling berdekatan.