Jalan Naripan; Asal usul penamaan

Jalan Naripan; Asal usul penamaan

150 150 Negorij Bandoeng

Masih ingatkah tentang kenangan di Jalan Naripan? Banyak hal yang tidak bisa kita lupakan di jalan yang membentang dari Jalan Braga hingga Jalan Ahmad Yani. Pernahkah mendengar bahwa dulu ada perobekan bendera Belanda di daerah jalan ini? Itu benar sekali. Jadi aksi perobekan bendera tidak hanya di Surabaya seperti sudah banyak orang tahu. Di Bandung pun juga pernah ada perobekan bendera Belanda. Lebih tepatnya di Gedung Denis (sekarang sudah bertransformasi menjadi gedung Bank BJB) di jalan Naripan. Yang merobeknya pun adalah tiga orang pemuda yang namanya masih melekat di setiap benak masyarakat Bandung. Yakni, Mulyono, Bari Lukman, dan serta seorang lagi bernama  Muhammad Endang Karmas.

Tak hanya soal perobekan bendera berwarna biru milik Belanda, tapi ternyata juga di jalan ini telah lahir Koran Pribumi pertama di Indonesia. Medan Prijaji namanya. Koran milik pribumi ini lahir di Gedung YPK (Yayasan Pusat Kebudayan) saat ini.

Sepertinya kalau masalah hal-hal keren yang terjadi di sepanjang Jalan Naripan sudah pada banyak tahu ya. Yang belum banyak orang tahu adalah soal penamaan Jalan di daerah ini. Kok bisa sih namanya dikasih Jalan Naripan? Naripan itu apa sih? Berwujud tumbuhankah? Atau mungkin adalah seorang tokoh yang berjasa bagi masyarakat Bandung seperti halnya Dipati Ukur.

Ternyata tidak juga loh sobat. Malah Naripan ternyata adalah seorang nama orang biasa. Bukan pahlawan apalagi kalangan pejabatan dan kerajaan. Ia hanyalah seorang  pengusaha asal Betawi yang memiliki usaha menyewakan Bendi (sejenis kereta kuda yang biasanya dihias indah). Pada zaman itu para Menak Bandung (Kaum Bangsawan di Kota Bandung) jika ingin mencari kereta kuda seperti Bendi yang sangat bagus dan mewah biasanya membeli pada Firma Hallerman yang ada di sepanjang jalan Braga. Atau bagi kaum bangsawan yang low budget atau memang tidak ingin membeli Bendi, biasanya hanya menyewa pada Bang Naripan. Seorang lelaki asal Betawi yang membukan usahanya di jalan tersebut.

Karena memang pada saat itu lebih banyak yang menyewa daripada membeli Bendi, nama pemilik penyewaan Bendi (Bang Naripan) lebih dikenal orang. Sehingga jalan tersebut lebih dikenal dengan sebutan Naripan. Hingga pada akhirnya Pemerintah Bandung menetapkan jalan tersebut dengan nama Jalan Naripan. Karena sudah biasa disebut masyarakat.

Nah, ternyata sesimpel itu ya sobat sejarah dari Jalan Naripan. Jadi sekarang sudah tahu kan Naripan itu nama apa atau siapa? Sekarang saatnya share ya dan ceritakan kepada sanak saudara yang masih belum tahu tentang sosok bernama Naripan ini.

 

 

Referensi :

kumeokmemehdipacok.blogspot.com
www.serbabandung.com
indearchipel.com


Untuk mendapatkan data yang benar benar valid, Setiap artikel negorijbandoeng.com merupakan bahan diskusi yang bisa di tambah, dikurangi bahkan dikoreksi. Silahkan gunakan kolom diskusi dibawah dengan bijak, terima kasih 

Leave a Reply