logo-nagorij-bandoeng

NegorijBandoeng.com

“Aen een negrije genaemt Bandong bestaende uijt 25 a 30 huysen”, setidaknya begitu kata Juliaen de Silva yang artinya : “Ada sebuah negeri dinamakan Bandong yang terdiri atas 25 sampai 30 rumah”. Juliaen de Silva sendiri adalah seorang asing yang pada abad ke-17 jalan-jalan di wilayah Bandung.

Sebutan “Negorij Bandong” atau “Negorij Bandoeng” memang populer di kalangan Pemerintah Kolonial Belanda untuk menyebut wilayah Bandung. Sedangkan bangsa pribumi dulu tak mengenalnya dengan nama Bandung, mereka menyebutnya dengan sebutan “Tatar Ukur”.

Ratusan tahun kemudian, sama halnya dengan yang dilakukan Juliaen de Silva. Dua orang pemuda yang juga tergabung dengan Komunitas Aleut mencoba menceritakan kembali sejarah yang terjadi dari yang mereka pelajari saat jalan-jalan menapaki Negorij Bandoeng yang kini telah dikenal sebagai Bandung.

sejarah-bandung